Dari angkutan Desa ke Kota, menjadi angkutan Mewah tiap Negara
Hai teman-teman… tahu tidak bahwa judul diatas nerupakan gejolak yang saya alami waktu lalu. Tepatnya tanggal 24 Juni 2011, saya dan 11 anak TITIAN dari generasi 2 dan 3 berangkat ke Jakarta dengan pesawat Air Asia. Dan ketika saya sudah duduk di kursi penumpang, saya pikir ini hanyalah mimpi belaka. Tapi, inilah kenyataannya. Tiba di Jakarta, ibu Santi Kasoem menyapa saya dan teman-teman, “Wellcome to Jakarta”. Oh ya, saya bersama 8 teman lainnya tinggal di rumah ibu Lulu Kasoem di daerah Taman Sari. Sedangkan ke 4 teman saya yang lain tinggal dirumah ibu Santi Kasoem. Hari pertama, ke Dufan. Perlu teman-teman tahu, betapa menyenangkan menjadi manusia pertama dan manusia terakhir yang keluar dari Dufan. Katakanlah kami bermain-main seharian. Dan itu sangat menyenangkan. Hari ke 2, Pelasbuhan Sunda Kelapa dan 3 Museum. Seperti pelabuhan biasanya, Pelabuhan Sunda Kelapa juga sebagai tempat industri dan salah satunya asbes setelah puas berjalan-jalan kami melanjutkan kunjungan ke Museum Fatahila. Gila, rame banget. Kami harus berdesak-desakan bila berjalan. Padahal lantai, tangga dan miniaturnya trebuat dari kayu. Wah, pokoknya unik deh… setelah kami puas, melihat-lihat, perjalanan berlanjut ke museum seni dan kriya. Ada banyak Kriya dari berbagai Negara. Serta genthomg-genthong seperti di Bayat juga ada. Selain Kriya, kami juga melihat-lihat karya seni rupa yang tak kalah menariknya dengan seni kriya. Eh, museum wayang juga lho…. Tak jauh dari ke 2 museum yang kami kunjungi, ada macam-macam dari Nusantara Indonesia. Dan saat itu, saya baru tahu kalau ada Wayang Modern. Wayang Modern adalah wayang seperti manusia dan dikembangkan seperti keadaan manusia saat ini. Baik pakaian maupun postur tubuh yang menyerupai manusia. Hayoo…. Teman-teman juga baru tahu dari aku kan… hehe…
Hari ke 3, Taman Safari Bogor. Di Taman Safari Bogor, kita bisa melihat fauna Indonesia dari jarak dekat. Bahkan, kita bisa memberi makan, kalau mau berurusan dengan hewannya. Katakanlah walau sebagaian hewan jinak, tapi kita tetap tidak boleh memberi makan, walau melalui kaca mobil. Hari ke 4, Gramedia dan bermain Bowling. Mungkin adalah hari terakhir saya dan teman-teman bermain dengan ibu Santi. Karena, hari ini juga pendamping dari Bayat akan menjemput kami menuju persinggahan berikutnya. Tapi, sebelum para pendamping datang, kami pergi main Bowling bersama Ibu Santi dan Mbak Luci…oopss… saya lupa memberitahu, mbak Luci adalah tour guide kami selama 4 hari di Jakarta. Kami bermain kurang lebih 2 jam. Awalnya saya tidak bisa. Bila melempar bola Bowlingnya, eh badan saya seperti mau terlempar kedepan juga. Bolanya berat… ibu Santi yang lebih tua dari saya memakai bola ukuran 13 (besar, sedang saya ukuran 8 (kecil). Malu saya sama ibu…hihihi…. Setelah waktu habis, kami lihat-lihat buku di Gramedia Jakarta. Bagus-bagus bukunya, jadi ingin beli, tapi… kapan-kapan sajalah. Maklum lagi kanker (kantong kering). Karena waktu hamper menunjukkan pukul 14.00 (kalau tidak salah), kami diantar mbak Luci ke F1 hotel. Akhirnya, kami sampai di peristirrahatan kedua setelah kami mendapat kamar, mbak Luci pamit pulang…. Sore harinya….pednamping datang. Mbak Iin, mbak Anita, mbak Yani, dan mbak Wiwid. Kami senang sekali melihat mbak-mbak kami datang. Kami juga menceritakan hal-hal yang menyenangkan kepada beliau-beliau. Ok. Hari pertama dengan pendamping / hari ke 5, kami ke TMII. Di TMII, kami bertemu dengan Bapak Anies Baswedan. Ini hari ke 2 kalinya saya bertemu beliau. Pingin tahu siapa pak Anies? Tanya mbah goegle ya…hehehe… di TMII yang paling menyenangkan adalah nonton 4D. walaupun hanya 15 menit, tapibisa membuat fress pikiran. Hari ke-6, kami ke PT Indofood dan PT Sim Factory Tambun 1. Hari ke 7, kami ke RCTI (Dahsyat) dan CLSA. dua-duanya sangat berkesan menurut saya. Pertama kali masuk RCTI, langsung bisa ikut Dahsyat…..hehehe…. pada pengenkan? Setelah itu dilanjutkan ke CLSA. Sambutan hangat dari pegawai-pegawainya, bertemu Mr. Nick…hemm…..senang sekali… semuanya ramah dan mudah akrab dengan kami. Bahkan kami bernyanyi bersama. Eh, saya juga melihat perpustakaan di CLSA lho… isinya… adalah data-data dari tiap-tiap perusahaan yang melakukan join venture denga CLSA. Dan tour guide kami adalah mas Bastian. Kenal kan? Kakak kita satu ini magang di CLSA. Hebat ya? Padahal susah lho, bekerja di CLSA itu. Hari ke-8 kami ke Planetarium dan rumah Mr. Nick yang baru. Di Planetarium banyak sekali ilmu yang saya dan teman-teman dapatkan. Apalagi tentang planet-planet yang kita pelajarai. Setelah puas kami kerumah Mr. Nick. Rumah yang sederhana dari depan dan membuat orang tertarik bila sudah masuk kedalam. Kalau menurut saya rumah beliau menggambarkan diri beliau sendiri. Kami juga melihat koleksi serta lukisan-lukisan beliau. Dirumah beliau, kami ngobrol bareng setelah makan siang. Pokoknya, saya dan teman-teman, ibu Lily, Mr. Nick dan pednamping berkumpul di ruang tengah dan berkumpul layaknya keluarga besar. Eh, kami juga tahu pohon keluarga Mr. Nick lho… hari ini adalah hari terakhir dalam liburan kami di Jakarta. Nah, sebelum kami pulang, saya mampir kerumah Ibu Lily. Disana kami berbincang-bincang dengan Mark (teman ibu Lily dari England), sambil makan soto. Waduh, tambah kangen sama desa…..sorenya saya, teman-teman dan pendamping pulang dengan kereta api Argolawu (kalau tidak salah juga) dari stasiun Gambir (samping tugu Monas). Pagi pukul 04.45 kami tiba di Jogjakarta. Inilah hadiah liburan yang saya dan beberapa teman dapatkan dari TITIAN. Terimakasih TITIAN….i Love u full…………….
By : Santi O gen2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar